Jam Tangan Tiba-Tiba (part2)

26th October, 2010 - - 1 respon

Sambil berbaring kutarik nafas dalam perlahan dan kuhembuskan dengan lebih perlahan lagi. Kupejamkan mata.. dan..( maksudku hampir benar-benar terpejam).. dan POP!! aku tidur.

Sedikit demi sedikit aku mulai bisa mendengar jelas apa yang sedang dibicarakan orang – orang di luar kamarku. Mereka sedang berdiskusi tentang memasang WiFi di kost dengan hanya membayar beberapa ratus ribu saja. Kuangkat tanganku yang kesemutan karena tertindih keatas kepala, meraba raba bagian bawah bantal mencari Handphone. Bukannya tidak bersyukur karena memiliki kelopak mata, tapi saat itu aku lebih suka bila kelopak mataku transparan dan aku tidak perlu benar-benar sadar untuk membaca berapa pesan masuk dan berapa panggilan tak terjawab dari layar handphone. Satu persatu kubuka, tidak ada pesan atau panggilan dari Bosku yang itu artinya aku benar benar berpisah dengan berkas yang selama dua malam kucumbui maksudku di cumbui Jimbo dan Mone, ada beberapa panggilan tak terjawab dan pesan dari Tria.

» Baca Kisah Lengkapnya «

Jam Tangan Tiba-Tiba (part1)

25th October, 2010 - - 0 Respon

Pagi ini sangat keterlaluan, terlebih lagi bila melihat matahari hangat yang bergemulai dilangit biru cerah. Menjadi keterlaluan karena betapa suasana begitu indah sedangkan aku harus bercengkrama dengan kelelahan yang sangat. Benar-benar lelah maksudku, atau lelah tak terbayangkan hingga kalian mungkin sulit untuk sekedar bisa bersimpati apalagi berempati. Biar kuberi gambaran sedikit tentang keadaanku pagi itu sehingga deskripsi ini mampu mengantarkan kalian ke dimensi aku berada, maksudku pagi itu.

» Baca Kisah Lengkapnya «

"INFO"

Tulisan dalam : Chapter I

bagian dari Untaian Kisah Tentang Cahaya.